TULUNGAGUNG || SINGHASARI-POST
– Jembatan Kedungcangkring di Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, mulai dibongkar menggunakan alat berat pada Sabtu (31/10/2026). Pembongkaran total dilakukan untuk mengganti konstruksi lama yang mengalami kerusakan pada bagian fondasi dan penyangga.
Jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting menuju kawasan wisata Waduk Wonorejo. Kerusakan pada fondasi yang telah berlangsung cukup lama membuat kondisi jembatan perlu mendapatkan penanganan serius demi keselamatan masyarakat yang melintas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Galih Nusantoro, menjelaskan bahwa pembongkaran merupakan bagian dari rencana pembangunan kembali jembatan, bukan akibat kerusakan mendadak.
Jembatan lama nantinya digantikan dengan konstruksi baru yang diharapkan lebih aman dan mampu menunjang mobilitas masyarakat. Berdasarkan informasi proyek yang diberitakan media, pembangunan jembatan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp874 juta.
Pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 60 hari kalender, mulai 8 Oktober hingga 28 Desember 2026. Dengan jadwal tersebut, proyek ini ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026.
Selama proses pembangunan berlangsung, pengguna jalan perlu menyesuaikan rute perjalanan. Kendaraan roda empat yang hendak menuju Waduk Wonorejo dialihkan melalui jalur Srabah, dengan akses dari simpang empat Cuwiri ke arah barat menuju Pagerwojo.
Sementara itu, pengendara sepeda motor masih dapat melintasi jembatan darurat berbahan anyaman bambu atau dikenal sebagai bethek. Jembatan sementara tersebut dibuat melalui kerja sama polisi dan warga untuk membantu menjaga akses masyarakat selama jembatan utama ditutup.
Meski demikian, kapasitas jembatan darurat terbatas. Pengendara sepeda motor harus melintas secara bergantian dan tetap berhati-hati saat melewati jalur tersebut.
Masyarakat juga diimbau mematuhi petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan selama pekerjaan berlangsung.
Selain penanganan lalu lintas, proyek pembangunan Jembatan Kedungcangkring turut menjadi perhatian aparat kepolisian. Berdasarkan pemberitaan mengenai pengecekan proyek oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Tulungagung, petugas melakukan klarifikasi dan pemeriksaan lapangan terkait pelaksanaan pembangunan.
Pemantauan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur agar berjalan sesuai ketentuan. Informasi mengenai nilai kontrak, jadwal pengerjaan, dan tahapan pembangunan menjadi hal penting dalam memastikan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai rencana.
Dengan pembongkaran jembatan lama dan pembangunan konstruksi baru, masyarakat berharap akses menuju kawasan Waduk Wonorejo dapat kembali berfungsi secara aman dan nyaman.
Bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke Waduk Wonorejo, khususnya pengguna mobil, disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Srabah dan memperhatikan perkembangan informasi lalu lintas setempat.
Pembangunan ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan kerusakan jembatan, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas warga serta sektor pariwisata di wilayah Pagerwojo dan sekitarnya.
SINGHASARI-POST
