LUMAJANG || SINGHASARI-POST
– Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan Gunung Semeru sejak Minggu malam (1/11/2026) memicu banjir lahar hujan dan longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kecamatan Tempursari menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak serius, mulai dari tanggul jebol, akses jalan terputus, permukiman tergenang, hingga ratusan warga terdampak.
Berdasarkan laporan BPBD yang diberitakan sejumlah media pada Senin (2/11/2026), sebanyak 117 kepala keluarga (KK) di kawasan Tamansari dilaporkan terisolasi akibat terputusnya akses jalan. Sementara itu, sekitar 600 warga di Kecamatan Tempursari diperkirakan terdampak banjir dan longsor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, menyampaikan bahwa sejumlah titik di Kecamatan Tempursari mengalami dampak akibat meningkatnya debit sungai serta longsoran tanah.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang masih melakukan asesmen terhadap kerusakan infrastruktur, rumah warga, dan akses jalan. Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta pihak terkait untuk mendukung penanganan darurat.
Salah satu kejadian yang menjadi perhatian adalah jebolnya tanggul Sungai Glidik di wilayah Wareng, Dusun Pasirejo, Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari.
Luapan sungai mengakibatkan akses jalan penghubung Purorejo menuju Tamansari Bawah terputus. Berdasarkan laporan BPBD yang dikutip media pada 2 November 2026, panjang jalan yang terputus diperkirakan sekitar 100 meter.
Sementara itu, berdasarkan pembaruan informasi lapangan yang diterima redaksi, kerusakan akses tersebut dilaporkan mencapai sekitar 200 meter. Perbedaan angka ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari petugas di lokasi.
Terputusnya jalur tersebut menyebabkan sejumlah warga kesulitan melakukan mobilitas. Data lapangan menyebutkan wilayah yang terisolasi meliputi RT 03/RW 07 dengan 33 KK dan RT 02/RW 07 dengan 84 KK di kawasan Tamansari Bawah.
Dengan demikian, total warga yang tercatat dalam dua kelompok tersebut mencapai 117 KK, sesuai dengan angka yang diberitakan berdasarkan laporan BPBD.
Dampak banjir juga mengancam permukiman di sekitar aliran sungai. Tiga rumah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian teras hingga ambrol, sedangkan 10 rumah lainnya terancam mengalami kerusakan akibat gerusan tanah.
Selain banjir, tanah longsor terjadi di jalan tembus Tamansari–Iburaja, tepatnya di Dusun Tamansari RT 01/RW 06, Desa Kaliuling.
Berdasarkan pembaruan informasi lapangan, proses pembukaan jalan masih berlangsung. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jalur ini merupakan akses penting bagi mobilitas masyarakat setempat.
Longsor disertai pohon tumbang juga terjadi di wilayah Halimo, Dusun Iburaja, Desa Kaliuling. Material longsoran dilaporkan mencapai bagian dapur rumah milik Bu Misinyem di RT 03/RW 08.
Di lokasi lain, longsor terjadi di jalan menuju Kalitiri, Dusun Kalirejo. Kejadian tersebut berdampak pada tiang listrik PLN dan menyebabkan kerusakan pada sebagian bahu jalan.
Sementara itu, Jalan Raya Tempursari di RT 03/RW 01, Desa Pundungsari, mengalami longsor yang menggerus sebagian badan jalan kabupaten.
Adapun pohon tumbang yang sempat menghalangi Jalan Raya Tempursari, Dusun Krajan, Desa Pundungsari, di sekitar rumah Pak Fredy, dilaporkan telah berhasil ditangani.
Banjir juga menggenangi sejumlah permukiman akibat meluapnya Sungai Rawaan dan Sungai Dol.
Di Desa Tempursari, luapan Sungai Rawaan mengakibatkan genangan di RT 01 hingga RT 04/RW 02, Dusun Krajan, serta RT 01/RW 04, Dusun Tempursari.
Berdasarkan pendataan sementara yang diterima redaksi, sekitar 600 kepala keluarga diperkirakan terdampak genangan di wilayah tersebut.
Sementara itu, luapan Sungai Dol menggenangi Dusun Umbulrejo, Desa Purorejo, meliputi RT 01/RW 01 dan RT 04/RW 01. Jumlah warga terdampak di kawasan ini diperkirakan mencapai 100 KK.
Genangan juga dilaporkan terjadi di Dusun Umbulsari, Desa Bulurejo, tepatnya di RT 03 dan RT 04/RW 01, dengan perkiraan 100 KK terdampak.
Angka-angka tersebut merupakan pendataan sementara per wilayah. Jumlah keseluruhan warga terdampak masih perlu dikonsolidasikan agar tidak terjadi penghitungan ganda.
Dampak banjir turut menyentuh sektor pertanian. Genangan dilaporkan merendam lahan pertanian di Desa Bulurejo, Desa Tempurejo, Desa Tempursari, Desa Purorejo, dan Desa Tegalrejo.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas petani dan menimbulkan kerugian apabila tanaman mengalami kerusakan akibat genangan yang bertahan lama.
Di sisi lain, pemadaman listrik juga dilaporkan terjadi di wilayah terdampak. Kondisi ini dapat menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama di kawasan yang akses jalannya terputus dan mengalami kerusakan infrastruktur.
Hingga pembaruan informasi diterima, dampak kerugian pada sektor pertanian, kondisi jaringan listrik, serta keseluruhan infrastruktur yang terdampak masih memerlukan pendataan lebih lanjut.
BPBD Kabupaten Lumajang melalui Tim Reaksi Cepat terus memantau kondisi di sejumlah lokasi terdampak. Penanganan difokuskan pada pendataan kerusakan, pemantauan keselamatan warga, serta koordinasi untuk menangani akses jalan yang terputus dan wilayah yang terisolasi.
Dalam keterangannya yang dikutip detikJatim pada 2 November 2026, BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, luapan sungai, longsor, pohon tumbang, serta kerusakan bangunan akibat gerusan tanah.
Warga juga diingatkan agar tidak memaksakan diri melintasi jalan yang terdampak banjir maupun mengalami kerusakan.
Bencana di Tempursari menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga mengancam keselamatan warga, merusak infrastruktur, dan berpotensi mengganggu perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.
Masyarakat di wilayah rawan diharapkan tetap mengikuti arahan petugas serta segera melaporkan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Sumber referensi: Laporan BPBD Kabupaten Lumajang yang dikutip pada 2 November 2026, laporan tertulis BPBD Jawa Timur serta pembaruan kondisi lapangan yang diterima redaksi.
SINGHASARI-POST
