Perdana Digelar Malam Hari, BEN Carnival 2026 Sulap Blitar Jadi Panggung Budaya Nusantara

BLITAR || SINGHASARI-POST
– Kota Blitar berubah menjadi panggung budaya Nusantara saat Blitar Ethnic National (BEN) Carnival 2026 digelar, Sabtu malam (22/8/2026). Untuk pertama kalinya sejak digelar, karnaval yang kini memasuki tahun kelima tersebut berlangsung pada malam hari.

Konsep baru ini menghadirkan suasana yang berbeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Gemerlap cahaya malam berpadu dengan warna-warni kostum dan pertunjukan seni dari berbagai daerah, membuat parade budaya tersebut semakin semarak.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, perubahan waktu pelaksanaan merupakan bagian dari inovasi BEN Carnival. Memasuki edisi kelima, pemerintah kota ingin memberikan pengalaman baru sekaligus menghadirkan sesuatu yang berbeda bagi masyarakat.

“Karena malam, makanya kemudian simbolnya naik. Kita menampilkan hal yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena ini edisi kelima, maka mulai tahun ini kita coba tampilkan di malam hari,” ujarnya.

BEN Carnival 2026 menghadirkan sekitar 40 penampilan yang merepresentasikan kekayaan budaya dari 34 provinsi di Indonesia. Beragam tarian, busana, seni pertunjukan dan karakter budaya daerah ditampilkan dalam satu rangkaian parade.

Keragaman tersebut menjadi gambaran luasnya kekayaan budaya Indonesia. Meski berasal dari latar adat dan tradisi yang berbeda, seluruh penampilan tetap berada dalam satu panggung yang sama sebagai bagian dari Indonesia.

Pemkot Blitar juga melakukan sejumlah pembaruan untuk meningkatkan kenyamanan penonton. Salah satunya dengan menurunkan pembatas di sepanjang area penonton agar masyarakat dapat melihat pertunjukan dengan lebih leluasa.

Sementara itu, rute BEN Carnival tahun ini masih menggunakan jalur yang sama seperti sebelumnya. Namun, pemerintah kota menyiapkan rencana untuk memperpanjang rute pada penyelenggaraan mendatang seiring dengan perkembangan acara.

Kemeriahan BEN Carnival juga tidak hanya mengandalkan talenta dari Kota Blitar. Sejumlah talent dari luar daerah turut dilibatkan untuk memperkuat berbagai kebutuhan pertunjukan, terutama dalam menghadirkan ragam seni dan budaya Nusantara.

Syauqul berharap BEN Carnival terus berkembang dan semakin dikenal sebagai salah satu agenda budaya unggulan Kota Blitar. Selain menjadi ruang kreativitas masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat citra Blitar sebagai kota budaya sekaligus menarik wisatawan.

Gelaran tahun kelima ini pun menjadi penanda babak baru BEN Carnival. Dari yang sebelumnya berlangsung pada siang hari, kini parade budaya Nusantara tersebut hadir dalam suasana malam yang lebih atraktif dan penuh cahaya.
(Red).

error: Content is protected !!