Jelang Kunjungan Presiden Prabowo, Graha Pesona Lawang Siapkan 500 Rumah Subsidi

MALANG || SINGHASARI-POST
– Rencana kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke kawasan perumahan subsidi Graha Pesona Lawang (GPL), Kabupaten Malang, mulai dimatangkan. Sejumlah pihak menggelar rapat koordinasi untuk membahas persiapan agenda yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026 mendatang.

Rapat koordinasi tersebut digelar pada Senin (2/11/2026) di Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Pertemuan melibatkan perwakilan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Lawang, pengelola perumahan Graha Pesona Lawang, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Malang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Graha Pesona Lawang Afwan Syahid atau yang akrab disapa Pak Iwan, perwakilan BP Tapera Sarah beserta tim, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Habibah, perwakilan Bapenda dan Dinas Perizinan Kabupaten Malang, Kepala Desa Sidodadi Agus, serta Babinsa setempat.

Koordinasi ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan pada 17 Desember 2026. Selain membahas kesiapan lokasi, pertemuan tersebut juga menyoroti keberadaan program rumah subsidi sebagai salah satu upaya pemerintah membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki hunian layak.

Perwakilan BP Tapera, Sarah, menyampaikan bahwa rencana kegiatan di Graha Pesona Lawang merupakan bagian dari program pemerintah yang bertujuan memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.

Ia berharap masyarakat, khususnya di Jawa Timur, semakin mengenal program KPR Sejahtera melalui berbagai saluran informasi resmi BP Tapera.

Masyarakat yang ingin mengetahui persyaratan dan mekanisme program rumah subsidi dapat mencari informasi melalui situs web maupun akun Instagram resmi BP Tapera.

Menurutnya, program tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah dengan harga dan cicilan terjangkau.

“Rumahnya memiliki kualitas yang bagus, sementara cicilannya juga terjangkau, sekitar Rp1 jutaan per bulan,” ungkap Sarah.

Ia menjelaskan, pembangunan perumahan tersebut pada tahap awal direncanakan mencapai 500 unit. Jumlahnya berpotensi meningkat hingga 1.000 unit, menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan pembangunan.

Sementara itu, Direktur Graha Pesona Lawang, Afwan Syahid, menjelaskan bahwa kawasan perumahan tersebut berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 12 hektare.

Pada tahap awal, pengelola merencanakan pembangunan sebanyak 500 unit rumah untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.

Afwan berharap keberadaan Graha Pesona Lawang dapat memberikan manfaat nyata, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan rumah layak dengan skema pembiayaan terjangkau.

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah persiapan administrasi dan perencanaan kawasan telah dilakukan. Site plan atau rencana tapak perumahan disebut telah tersedia, sementara persyaratan terkait pembangunan juga dipersiapkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bahkan, menurut Afwan, unit rumah yang sedang dibicarakan dalam kegiatan tersebut telah terjual habis.

Keterlibatan BP Tapera, Muspika Lawang, pemerintah desa, serta sejumlah perangkat daerah dalam rapat koordinasi ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendukung kelancaran agenda yang direncanakan.

Persiapan tidak hanya berkaitan dengan rencana kunjungan Presiden, tetapi juga memastikan kesiapan kawasan perumahan dan koordinasi antarpihak terkait.

Apabila terealisasi sesuai rencana, kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan program rumah subsidi lebih luas kepada masyarakat, sekaligus mendorong percepatan penyediaan hunian layak dan terjangkau.

Program ini diharapkan membuka kesempatan lebih besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah sendiri, sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di bidang perumahan.

Catatan redaksi: Jadwal kunjungan Presiden pada 17 Desember 2026 dalam berita ini masih mengacu pada keterangan narasumber dan belum merupakan konfirmasi resmi mengenai kepastian agenda Presiden.

SINGHASARI-POST

error: Content is protected !!