Tanggul Sungai Glidik–Permalu Dilaporkan Jebol, Warga di Perbatasan Malang–Lumajang Diminta Waspada

LUMAJANG || SINGHASARI-POST
– Tanggul Sungai Glidik–Permalu dilaporkan jebol pada Senin (2/11/2026) di Dusun Pasirejo, Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena lokasinya berada di kawasan perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang.

Informasi kejadian tersebut beredar melalui media sosial Facebook, dalam unggahan yang mencantumkan sumber video Yayak Arem dan identitas Info Malangan.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat aliran air berwarna kecokelatan dengan arus deras di dekat jalan dan area yang tampak berdekatan dengan permukiman. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga serta potensi dampak lanjutan apabila debit air terus meningkat.

Meski demikian, penyebab pasti jebolnya tanggul, luas kerusakan, serta dampak terhadap warga belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.

Kerusakan tanggul Sungai Glidik di Dusun Pasirejo bukan kali pertama menjadi perhatian. Pada April 2026, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pernah melaporkan kerusakan tanggul di kawasan tersebut akibat meningkatnya debit sungai setelah hujan deras.

Dalam laporan pada 6 April 2026, kerusakan tanggul disebut mencapai sekitar 60 meter dengan tinggi sekitar 8 meter. Lokasi kerusakan juga dilaporkan berjarak sekitar 10 meter dari permukiman warga, sehingga berpotensi membahayakan sekitar 80 kepala keluarga apabila terjadi banjir bandang.

BPBD Lumajang saat itu berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk melakukan penanganan darurat. Bantuan berupa 500 lembar sak gelangsi disalurkan guna membantu penguatan tanggul sementara.

Persoalan pengendalian aliran Sungai Glidik kembali mencuat pada Mei 2026. Pemberitaan lokal menyebut tanggul tanah pada proyek penyudetan aliran sungai di Pasirejo jebol setelah diguyur hujan deras dan diterjang aliran air dari hulu. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap ketahanan tanggul darurat di sekitar lokasi.

Menyusul beredarnya laporan terbaru, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Glidik–Permalu diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila hujan deras kembali mengguyur wilayah hulu.

Warga juga perlu memperhatikan perubahan debit air, menjauhi bagian tanggul yang mengalami kerusakan, serta mengikuti arahan petugas apabila terdapat potensi bahaya.

Hingga berita ini disusun, belum tersedia konfirmasi resmi mengenai kondisi terkini tanggul yang dilaporkan jebol pada Senin (2/11/2026), termasuk ada tidaknya korban jiwa, kerusakan rumah, maupun kebutuhan evakuasi warga.

Informasi lanjutan masih diperlukan dari BPBD Kabupaten Lumajang, pemerintah Desa Purorejo, dan instansi terkait untuk memastikan kondisi lapangan serta langkah penanganan yang dilakukan.

SINGHASARI-POST

error: Content is protected !!