Indonesia Bangun Ekosistem AI Nasional, Targetkan Posisi Strategis di Kancah Global

Yogyakarta || SINGHASARI-POST
Jumat 14 Agustus 2026 — Pemerintah Indonesia mulai menyusun strategi pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) secara menyeluruh sebagai upaya memperkuat daya saing nasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi dunia.

Strategi tersebut tidak hanya difokuskan pada pemanfaatan aplikasi, tetapi juga mencakup seluruh rantai ekosistem AI. Langkah ini dilakukan agar Indonesia tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan mampu berperan sebagai salah satu pemain penting dalam industri AI global. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam acara UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center di Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).

Menurut Nezar, pemerintah menerapkan pendekatan full stack of AI untuk membangun ekosistem kecerdasan buatan yang lebih komprehensif. Pendekatan tersebut mencakup lima lapisan utama, yaitu energi, infrastruktur, chip, talenta, dan aplikasi. Kelima komponen tersebut dinilai saling berkaitan dan menjadi fondasi penting dalam pengembangan teknologi AI di Indonesia.

Pada tahap awal, pemerintah masih memprioritaskan pengembangan aplikasi dengan memanfaatkan foundation model yang telah tersedia. Model tersebut kemudian disesuaikan melalui proses post-training agar mampu menjawab berbagai kebutuhan di dalam negeri.

Teknologi AI diharapkan dapat memberikan solusi di berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, pertanian, hingga pendidikan. Pendekatan ini dipilih karena pembangunan model AI secara mandiri membutuhkan investasi yang sangat besar, infrastruktur yang memadai, serta waktu pengembangan yang cukup panjang.

Meski demikian, pemerintah menilai pengembangan AI tidak boleh berhenti pada tahap pemanfaatan aplikasi semata. Ketergantungan terhadap teknologi yang dikembangkan negara lain dikhawatirkan dapat membuat Indonesia tetap berada pada posisi sebagai konsumen teknologi.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah tengah menyusun Peta Jalan Nasional Pengembangan AI yang diharapkan mampu mendorong kolaborasi, inovasi, serta investasi pada seluruh lapisan ekosistem AI. Strategi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kemandirian teknologi nasional.

Selain penguatan sumber daya manusia dan pengembangan teknologi, Indonesia juga memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam. Mineral kritis yang dimiliki Indonesia dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung industri teknologi, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur dan rantai pasok AI.

Dengan memanfaatkan potensi tersebut, Indonesia berupaya memperkuat posisinya dalam industri kecerdasan buatan sekaligus membuka peluang untuk menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi di kawasan Asia.
Source : Komodigi
(Red)

error: Content is protected !!