Sepuluh Tahun Bekerja di Taiwan, PMI Asal Srengat Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

BLITAR || SINGHASARI-POST
– Duka menyelimuti keluarga Anharu Sholikin, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Setelah sekitar satu dekade mengadu nasib di Taiwan, Anharu meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Jenazahnya akhirnya tiba di kampung halaman pada Minggu (1/11/2026) untuk diserahkan kepada keluarga.

Kabar meninggalnya Anharu diterima Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar melalui surat resmi Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei tertanggal 30 Oktober 2026.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Blitar, Sungging Khoirum Anwar, menjelaskan bahwa Anharu dinyatakan meninggal dunia pada 7 Oktober 2026 ketika menjalani perawatan di Dalin Tzu Chi Hospital, Chiayi, Taiwan, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.

Almarhum diketahui telah bekerja di Taiwan sejak 2016. Selama kurang lebih sepuluh tahun, ia menjalani kehidupan sebagai pekerja migran jauh dari keluarga di tanah air.

Pemulangan jenazah Anharu dilakukan melalui koordinasi sejumlah instansi untuk memastikan proses kepulangan berjalan lancar hingga tiba di rumah duka.

Jenazah diberangkatkan dari Taiwan pada Sabtu (31/10/2026) pukul 09.50 waktu setempat. Setelah menempuh perjalanan udara, jenazah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 23.15 WIB.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Kabupaten Blitar pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB menggunakan ambulans yang difasilitasi Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Serang, Banten.

Setelah menempuh perjalanan darat, jenazah tiba di rumah duka di Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, sekitar pukul 12.45 WIB. Kedatangan jenazah menjadi akhir dari rangkaian proses pemulangan dari Taiwan menuju kampung halaman.

Disnaker Kabupaten Blitar bersama BP3MI Jawa Timur turut memantau proses pemulangan hingga jenazah diterima oleh pihak keluarga.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia, termasuk ketika menghadapi musibah di negara tempat mereka bekerja.

Koordinasi antara instansi terkait menjadi bagian penting untuk memastikan PMI yang meninggal dunia di luar negeri dapat dipulangkan dengan layak, sehingga keluarga di tanah air bisa menerima dan memberikan penghormatan terakhir kepada anggota keluarga mereka.

SINGHASARI-POST

error: Content is protected !!