BLITAR || SINGHASARI-POST
Kamis (29/10/2026) – Program bimbingan belajar (bimbel) gratis untuk mempersiapkan siswa menghadapi seleksi masuk sekolah kedinasan yang disediakan Pemerintah Kota Blitar belum dimanfaatkan secara maksimal. Hingga saat ini, belum ada peserta dari kelompok masyarakat sasaran desil 1 hingga 4 yang mendaftar untuk mengikuti program tersebut.
Padahal, program ini disiapkan sebagai salah satu upaya pemerintah daerah untuk membuka kesempatan lebih luas bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan tanpa terbebani biaya bimbingan belajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, mengungkapkan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab minimnya minat siswa terhadap program bimbel gratis tersebut.
Meski demikian, Dinas Pendidikan terus berupaya meningkatkan sosialisasi agar informasi mengenai program tersebut dapat menjangkau lebih banyak calon peserta, khususnya siswa dari keluarga yang menjadi sasaran bantuan.
Menurut Dindin, kesempatan mengikuti bimbingan belajar gratis ini seharusnya dapat dimanfaatkan oleh siswa yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan melalui jalur sekolah kedinasan.
Selain program khusus persiapan sekolah kedinasan, Dinas Pendidikan Kota Blitar juga menjalin kerja sama dengan sekitar 10 lembaga bimbingan belajar. Kerja sama tersebut mencakup lembaga yang memiliki program persiapan masuk sekolah kedinasan maupun perguruan tinggi.
Program itu juga diarahkan untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) pada tahun depan.
Dindin menyebutkan, program bimbel gratis tersebut menargetkan lebih dari 100 siswa sebagai peserta. Hingga kini, sekitar separuh dari target peserta telah mengikuti kegiatan bimbingan belajar.
Program ini telah memasuki periode kedua sejak September lalu. Pendaftaran masih dibuka hingga akhir Oktober, sehingga siswa yang memenuhi kriteria masih memiliki kesempatan untuk bergabung.
Dinas Pendidikan berharap sosialisasi yang terus dilakukan dapat meningkatkan partisipasi siswa, terutama mereka yang berasal dari kelompok masyarakat sasaran desil 1 hingga 4.
Pemkot Blitar juga berharap fasilitas yang telah disediakan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kesiapan akademik siswa, baik dalam menghadapi seleksi perguruan tinggi maupun seleksi sekolah kedinasan.
Minimnya peminat dari kelompok sasaran menjadi perhatian tersendiri agar program bantuan pendidikan yang telah disiapkan pemerintah benar-benar menjangkau siswa yang membutuhkan dan memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
(Red).
