JOMBANG || SINGHASARI-POST
– Pemerintah Kabupaten Jombang bergerak cepat memulihkan aktivitas perdagangan di Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, setelah kebakaran menghanguskan puluhan lapak pedagang. Bupati Jombang H. Warsubi memastikan pasar tersebut segera dibangun kembali agar para pedagang dapat kembali berjualan dan menggerakkan roda perekonomian.
Komitmen tersebut disampaikan Warsubi saat meninjau kondisi Pasar Cukir pada Rabu (28/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Wakil Bupati Jombang Salmanudin untuk melihat langsung dampak kebakaran sekaligus membahas langkah pemulihan bersama pihak terkait.
Sebanyak 54 lapak yang berada di tiga blok dilaporkan terdampak kebakaran. Peristiwa tersebut tidak hanya merusak fasilitas pasar, tetapi juga mengganggu mata pencaharian para pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas jual beli di lokasi tersebut.
Pemerintah daerah pun menyiapkan langkah percepatan pembangunan dengan mengutamakan kebutuhan pedagang agar kegiatan ekonomi tidak terlalu lama terhenti.
Dalam pembahasan bersama para pedagang, terdapat dua opsi pembangunan yang dipertimbangkan, yakni lapak permanen dan semipermanen.
Setelah mempertimbangkan kebutuhan untuk segera kembali berjualan, para pedagang menyepakati pilihan pembangunan lapak semipermanen. Opsi tersebut dinilai lebih memungkinkan agar pasar dapat kembali difungsikan tanpa harus menunggu proses pembangunan permanen yang direncanakan pada 2027.
Kesepakatan itu menjadi langkah awal dalam mempercepat pemulihan Pasar Cukir. Dengan pembangunan semipermanen, para pedagang diharapkan dapat kembali menjalankan usahanya dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
Pemerintah Kabupaten Jombang menargetkan pembangunan lapak tersebut selesai paling lambat pada akhir Desember 2026.
Untuk mendukung pembangunan kembali pasar, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp935.298.000. Dana tersebut direncanakan bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Selain pembangunan lapak, pemerintah daerah juga merencanakan dukungan pemasangan instalasi listrik untuk menunjang aktivitas perdagangan setelah pasar kembali beroperasi.
Ketersediaan fasilitas yang memadai menjadi bagian penting dalam pemulihan pasar, sehingga para pedagang dapat kembali menjalankan usaha dengan lebih aman dan nyaman.
Meski demikian, proses pembangunan tetap membutuhkan tahapan administrasi dan pelaksanaan sesuai ketentuan agar penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.
Kebakaran Pasar Cukir menjadi pukulan bagi para pedagang yang kehilangan tempat usaha. Karena itu, percepatan pembangunan kembali pasar diharapkan tidak hanya memulihkan fasilitas yang rusak, tetapi juga membantu mengembalikan penghasilan masyarakat yang terdampak.
Langkah Pemkab Jombang tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya penanganan cepat pascabencana, khususnya pada fasilitas publik yang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Dengan adanya kesepakatan pembangunan semipermanen dan rencana dukungan anggaran, para pedagang kini memiliki harapan untuk kembali beraktivitas dalam waktu yang lebih dekat.
Pemerintah Kabupaten Jombang menargetkan Pasar Cukir dapat kembali berfungsi sesuai jadwal yang direncanakan. Realisasi pembangunan dan penyediaan fasilitas pendukung selanjutnya menjadi tahapan penting untuk memastikan aktivitas perdagangan dapat pulih secara bertahap.
Bagi para pedagang, pembangunan kembali Pasar Cukir bukan sekadar memperbaiki lapak yang terbakar, melainkan juga membuka jalan untuk kembali mencari nafkah dan menghidupkan perekonomian masyarakat di Kecamatan Diwek.
(Red).
