Pemprov Jatim Salurkan 341 Alsintan, Petani Kabupaten Malang Didorong Beralih ke Pertanian Modern

MALANG || SINGHASARI-POST
– Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sebanyak 341 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Lapangan Tumapel, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (2/11/2026).

Bantuan diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, A.Ks., M.A.P., yang mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Gubernur berhalangan hadir karena tengah meninjau bencana tanah longsor di Kabupaten Lumajang.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.58 hingga 11.50 WIB tersebut dihadiri sekitar 100 peserta, termasuk jajaran pemerintah provinsi, pemerintah Kabupaten Malang, unsur Muspika Kecamatan Singosari, petugas penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani dari sejumlah wilayah.

Dalam sambutannya, Adhy Karyono menegaskan bahwa modernisasi sektor pertanian menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan Jawa Timur sebagai daerah penyangga sekaligus lumbung pangan nasional.

Menurutnya, peningkatan produksi pertanian harus didukung dengan pemanfaatan teknologi dan peralatan modern agar pekerjaan petani menjadi lebih efektif, efisien, serta mampu meningkatkan hasil panen.

Adhy menyampaikan, produksi padi Jawa Timur pada 2025 mencapai 10,22 juta ton gabah kering giling (GKG), setara dengan sekitar 6,03 juta ton beras. Angka tersebut meningkat sekitar 6,12 persen dibandingkan produksi pada 2024.

Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi modal penting bagi Jawa Timur untuk terus meningkatkan produksi pangan sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan.

“Teknologi merupakan kuncinya. Tidak ada kata lain, kita harus melakukan modernisasi peralatan yang ada,” tegas Adhy.

Ia menjelaskan, Pemprov Jatim juga memberikan perhatian terhadap peningkatan dukungan anggaran untuk sektor pertanian dan perkebunan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas petani dalam menghadapi tantangan produksi pangan yang semakin kompleks.

Namun, menurut Adhy, bantuan alat pertanian tidak cukup hanya dengan menyerahkan peralatan kepada kelompok tani. Kemampuan sumber daya manusia dalam mengoperasikan dan merawat alsintan juga harus ditingkatkan melalui pelatihan.

Karena itu, bantuan yang disalurkan turut disertai program pelatihan agar peralatan dapat digunakan secara tepat dan memberikan manfaat maksimal.

Adhy juga meminta kelompok tani penerima bantuan menerapkan sistem penggunaan secara bersama-sama dan bergiliran. Dengan pengaturan yang baik, alsintan diharapkan dapat dimanfaatkan secara merata oleh anggota kelompok maupun petani lain yang membutuhkan.

Ia mendorong para ketua kelompok tani berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, penyuluh pertanian, serta unsur TNI dan Polri untuk memastikan pemanfaatan bantuan berjalan tertib dan optimal.

“Walaupun dibagikan kepada kelompok tani, penggunaannya harus bersama-sama dan bergiliran. Silakan masing-masing ketua kelompok tani mengaturnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, M.T., menjelaskan bahwa bantuan alsintan tahun ini mencakup 341 unit untuk kelompok tani di seluruh Jawa Timur.

Jumlah tersebut terdiri atas 231 unit alat dan mesin pertanian untuk kegiatan prapanen serta 110 unit untuk mendukung kegiatan pascapanen.

Khusus di Kabupaten Malang, bantuan dialokasikan kepada sembilan kelompok tani. Peralatan yang diserahkan meliputi dua unit combine harvester untuk membantu proses panen, dua unit corn sheller atau mesin perontok jagung, dua unit traktor rotari tangan, satu unit rice transplanter untuk penanaman padi, serta dua unit drone pertanian.

Penggunaan alat-alat tersebut diharapkan dapat membantu petani mempercepat proses pengolahan lahan, penanaman, hingga panen. Dengan dukungan teknologi, pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga dan waktu diharapkan dapat dilakukan secara lebih efisien.

Heru menambahkan, pemanfaatan alsintan secara bergantian menjadi hal penting mengingat setiap kelompok tani memiliki anggota yang cukup banyak. Melalui pengaturan jadwal yang terkoordinasi, satu unit peralatan dapat memberikan manfaat kepada lebih banyak petani.

Penyerahan bantuan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan sarana produksi dan penerapan teknologi modern.

Kegiatan di Lapangan Tumapel tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Indyah Aryani, M.M., Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur Dr. MHD. Aftabuddin Rijaluzzaman, S.Pt., M.Si., serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang Ir. Avicenna M. Saniputera, M.T., M.H.

Hadir pula Kapolsek Singosari AKP Achmad Zainuddin, S.H., M.M., Camat Singosari Wellem, S.Sos., M.Ling., dan perwakilan Koramil Singosari, Peltu Budi Setiawan, bersama jajaran penyuluh pertanian, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), pemerintah kelurahan, serta para petani.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, Pemprov Jatim berharap kelompok tani semakin mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Modernisasi peralatan yang disertai pelatihan, perawatan, dan pengelolaan bersama diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan serta menjaga posisi Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan utama Indonesia.

SINGHASARI-POST

error: Content is protected !!