PASURUAN | SINGHASARI-POST
– Sabtu, 24 Oktober 2026 – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda lereng Gunung Ringgit dan Gunung Welirang berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Warga Kelurahan Ledug dan Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, kini menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih setelah jaringan pipa penyalur air dari kawasan pegunungan mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Terhentinya aliran air membuat aktivitas sehari-hari masyarakat terganggu. Selama ini, warga mengandalkan sumber mata air dari kawasan pegunungan yang disalurkan melalui jaringan pipa menuju permukiman. Namun, kebakaran yang melanda kawasan tersebut menyebabkan distribusi air tidak berjalan normal.
Kondisi ini mendorong perlunya penanganan cepat agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama proses penanganan karhutla berlangsung.
Merespons situasi tersebut, personel TNI dan Polri bersinergi turun langsung ke lapangan untuk membantu warga terdampak dengan mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami gangguan pasokan.
Salah satu personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Serda Lutfi, Babinsa Koramil 0819/Prigen. Kehadirannya bersama aparat kepolisian menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dampak kebakaran, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Bantuan distribusi air bersih ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak terputusnya jaringan pipa sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap mendapat perhatian di tengah situasi darurat.
Sinergi TNI-Polri dalam membantu masyarakat tersebut juga mencerminkan kepedulian aparat terhadap kondisi warga di wilayah binaan. Di tengah ancaman karhutla yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kehidupan sosial masyarakat, kehadiran aparat di lapangan menjadi bentuk nyata pelayanan dan pengabdian kepada rakyat.
Penanganan dampak karhutla di lereng Gunung Ringgit dan Gunung Welirang pun menjadi perhatian penting, mengingat kawasan pegunungan tersebut tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga menjadi sumber air bagi masyarakat di sekitarnya.
Masyarakat berharap penanganan kebakaran dapat segera dilakukan secara optimal dan jaringan pipa yang rusak dapat dipulihkan, sehingga pasokan air bersih kembali normal dan kebutuhan warga dapat terpenuhi seperti sediakala.
(Red).
