JAKARTA | SINGHASARI-POST
Sabtu (17/10/1/2026) – Pemerintah menyiapkan program pembukaan rekening dengan saldo awal Rp50.000 yang menyasar sekitar 25,1 juta penduduk Indonesia. Program ini diprioritaskan bagi masyarakat berpendapatan rendah berusia 17 tahun ke atas dan ditargetkan mulai berjalan pada November 2026.
Dalam laporan yang disampaikan melalui tayangan YouTube, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Feri Irawan, menyebut kelompok masyarakat yang menjadi sasaran utama program tersebut berasal dari desil 1 hingga desil 4.
Kelompok tersebut merupakan lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah berdasarkan pengelompokan kesejahteraan yang digunakan pemerintah.
Program ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan, khususnya bagi warga yang selama ini belum memiliki rekening atau belum memanfaatkan layanan keuangan formal.
Dengan saldo awal sebesar Rp50.000, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk mulai mengenal dan menggunakan layanan keuangan secara resmi. Akses tersebut juga berpotensi membantu masyarakat dalam menyimpan uang dan melakukan transaksi secara lebih praktis.
Pemerintah menargetkan program dapat mulai beroperasi pada November 2026. Namun, sejumlah hal masih perlu diperjelas, termasuk persyaratan pembukaan rekening, mekanisme pemberian saldo awal, bank pelaksana, serta ketentuan penggunaan dana tersebut.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Derajat Hari Wibowo, sebagaimana disebut dalam tayangan tersebut, menyampaikan bahwa salah satu jalur pelaksanaan program akan melibatkan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Keterlibatan bank syariah diharapkan turut memperluas pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan keuangan syariah, sekaligus mendorong pemanfaatannya dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Meski demikian, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah rekening yang dibuka. Edukasi mengenai keamanan transaksi, perlindungan data pribadi, serta pemahaman terhadap biaya dan ketentuan layanan perbankan juga menjadi bagian penting.
Jika terlaksana sesuai target, program ini berpotensi menjadi salah satu upaya memperluas inklusi keuangan bagi masyarakat berpendapatan rendah.
Publik kini menunggu pengumuman resmi mengenai tata cara pendaftaran, bank yang berpartisipasi, serta ketentuan lengkap pembukaan rekening dengan saldo awal tersebut.
(Red).
