Blower Overheat Diduga Jadi Biang Kebakaran Instalasi Gizi RSSA Malang

MALANG KOTA || SINGHASARI-POST
– Kebakaran yang terjadi di ruang Instalasi Gizi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rabu (9/9/2026) siang, akhirnya menemukan titik terang. Polisi menyebut api diduga bermula dari mesin pembuang udara atau blower/exhaust yang mengalami panas berlebih.

Kesimpulan sementara tersebut diperoleh setelah petugas Polresta Malang Kota bersama Polsek Klojen melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kebakaran.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.45 WIB di kompleks RSSA, Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 2, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Meski sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan rumah sakit, kebakaran tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Kasihumas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin mengatakan, petugas langsung bergerak setelah menerima laporan kebakaran. Pemeriksaan di lokasi kemudian dilakukan untuk mengetahui titik awal sekaligus penyebab munculnya api.

“Dari hasil olah TKP, kebakaran diketahui dipicu blower atau exhaust yang mengalami overheat,” kata Lukman.

Dugaan tersebut diperkuat keterangan dua petugas Instalasi Gizi RSSA, Riske Dwi Jayanti dan Mita Wijayanti. Keduanya menjadi saksi awal yang mengetahui munculnya api.

Saat kejadian, kedua saksi melihat percikan api muncul dari bagian blower yang terpasang di atas ruangan. Mesin tersebut berada sekitar dua meter di atas posisi kepala petugas.

Melihat percikan api, keduanya langsung meninggalkan ruangan untuk menghindari risiko yang lebih besar. Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian disampaikan kepada Prasetyo, petugas keamanan RSSA, yang selanjutnya meneruskan laporan kepada petugas pemadam kebakaran dan kepolisian.

Petugas mendapati api tidak hanya berada di sekitar mesin blower. Kobaran kemudian menjalar melalui saluran pembuangan udara hingga mengenai bagian konstruksi atap ruang Dapur Gizi RSSA.

Temuan di lapangan itu dinilai sejalan dengan keterangan kedua saksi yang sejak awal melihat percikan api berasal dari bagian blower.

Untuk memastikan kondisi tetap terkendali, penanganan kebakaran melibatkan lima unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang. Satu unit ambulans juga disiagakan sebagai langkah antisipasi mengingat lokasi kejadian berada di dalam kompleks rumah sakit.

Ruang Instalasi Gizi yang terdampak merupakan fasilitas penunjang RSSA, terutama dalam proses penyediaan dan distribusi makanan bagi pasien rawat inap.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah bagian fasilitas mengalami kerusakan. Dampak paling terlihat berada pada konstruksi atap yang terkena penjalaran api.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Dampak kejadian berupa kerusakan materiil pada bagian Instalasi Gizi, khususnya konstruksi atap,” jelas Lukman.

Polresta Malang Kota memastikan hasil olah TKP dan keterangan para saksi menjadi bagian penting dalam proses memastikan titik awal kebakaran. Dokumentasi kondisi lokasi juga dilakukan untuk mencatat dampak yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.

Dengan tidak adanya korban dalam kejadian ini, perhatian selanjutnya tertuju pada pemulihan fasilitas Instalasi Gizi RSSA serta pemeriksaan lebih lanjut terhadap perangkat blower yang diduga mengalami panas berlebih sebelum kebakaran terjadi.
(Red).

error: Content is protected !!