MALANG || SINGHASARI-POST
— Semangat melestarikan warisan budaya Nusantara mewarnai peringatan Hari Batik di Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Tamanharjo tersebut dirangkai dengan pameran batik dan penilaian lomba desain batik tingkat Kecamatan Singosari.
Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB itu menjadi ruang bagi pemerintah, pegiat budaya, dan masyarakat untuk memperkuat kecintaan terhadap batik sekaligus mendorong lahirnya desain khas Singosari yang memiliki identitas lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang Drs. Firmando Hasiholang, M.M., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang Astri Lutfiatunnisa, S.T., M.M., Camat Singosari Wellem, S.Sos., M.Ling., serta Kapolsek Singosari AKP Achmad Zainuddin, S.H., M.M.
Turut hadir perwakilan Danramil melalui Babinsa Desa Tamanharjo Serka Eko Pras, Kepala Desa Tamanharjo Sumardi, Kepala KUA Singosari Ahmad Imam Muttaqin, S.Ag., M.Ag., jajaran staf Kecamatan Singosari, perangkat Desa Tamanharjo, budayawan batik Singosari, serta Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Singosari.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana semakin semarak saat pameran batik dipadukan dengan penampilan tari tradisional Sekar Sari, yang menambah nuansa budaya dalam kegiatan tersebut.
Setelah penampilan seni, acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Tamanharjo Sumardi, Camat Singosari Wellem, serta perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Malang.
Pameran dan lomba desain batik menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Melalui penilaian desain, para peserta mendapat ruang untuk memperlihatkan kreativitas sekaligus mengembangkan motif batik yang dapat merepresentasikan kekayaan sejarah, seni, dan budaya Singosari.
Batik tidak sekadar dipandang sebagai produk sandang, tetapi juga sebagai warisan budaya yang memiliki nilai seni, identitas daerah, serta peluang untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif.
Dalam sambutannya, disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang Drs. Firmando Hasiholang, M.M. harapan agar Singosari memiliki ikon atau simbol batik khas yang dapat digunakan sebagai identitas bersama. Salah satu gagasan yang mengemuka ialah pemanfaatan batik khas Singosari sebagai seragam kerja di lingkungan instansi pemerintahan maupun sekolah pada masa mendatang.
Gagasan tersebut diharapkan mampu memperluas pengenalan batik lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap kekayaan budaya daerahnya sendiri.
Penggunaan batik khas Singosari di lingkungan pemerintahan dan pendidikan juga berpotensi menjadi sarana promosi budaya yang berkelanjutan. Dengan demikian, motif yang dikembangkan tidak hanya dikenal saat kegiatan seremonial, tetapi juga dapat hadir dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
Untuk mewujudkan gagasan tersebut, diperlukan kesinambungan antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, para perajin, budayawan, serta pelaku usaha kreatif agar desain batik yang terpilih dapat dikembangkan secara lebih luas.
Selain menjadi momentum peringatan Hari Batik, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda budaya yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Dalam sambutan yang disampaikan, muncul harapan agar pelaksanaan kegiatan pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah, dengan persiapan yang lebih matang. Salah satu hal yang ditekankan ialah penetapan tanggal kegiatan jauh-jauh hari sehingga peserta, panitia, perajin, dan pihak terkait memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan seluruh rangkaian acara.
Perencanaan sejak awal dinilai penting agar kegiatan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu menghadirkan lebih banyak partisipasi masyarakat, menampilkan karya batik yang beragam, serta memperkuat promosi potensi budaya Singosari.
Dengan persiapan yang terencana, peringatan Hari Batik diharapkan dapat berkembang menjadi ruang apresiasi bagi seniman dan perajin, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Peringatan Hari Batik dan lomba desain batik tingkat Kecamatan Singosari di Desa Tamanharjo menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, masyarakat, seniman, perajin, dan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga agar batik tetap hidup dan berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar tradisinya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan lancar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan batik khas Singosari semakin dikenal, memperoleh tempat di tengah masyarakat, serta berkembang menjadi salah satu identitas budaya yang membanggakan Kabupaten Malang.
(Red).
