MALANG || SINGHASARI-POST
– Semangat menjaga warisan budaya Indonesia kembali digaungkan dari Singosari. Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) Kabupaten Malang resmi mengukuhkan pengurus Korwil Singosari, sebagai langkah memperluas gerakan pelestarian kain dan kebaya di tengah masyarakat.
Pengukuhan yang mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Melestarikan Warisan Negeri” tersebut berlangsung di Museum Singhasari, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (24/8/2026).
Pemilihan Museum Singhasari sebagai lokasi kegiatan seolah mempertegas pesan yang dibawa KKI. Di tengah kawasan yang kaya akan jejak sejarah tersebut, kain dan kebaya didorong bukan hanya untuk dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga terus diperkenalkan dan dikembangkan di masa kini.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ari Wilaksono, S.H., mewakili Camat Singosari, Ibu Anis, Kepala Desa Klampok Jefry Arnast beserta istri, Ketua KKI Kabupaten Malang Dra. Endah Purwatiningsih bersama jajaran pengurus dan anggota KKI, serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan budayawan Singosari.
Rangkaian pengukuhan diawali dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu 17 Agustus dan Mars KKI. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan pengurus KKI Korwil Singosari.
Nuansa budaya semakin terasa melalui penampilan tarian tradisional. Para peserta kemudian mengikuti foto bersama dan ramah tamah sebelum melanjutkan kunjungan ke Candi Singosari.
Mewakili Pemerintah Kecamatan Singosari, Ari Wilaksono menegaskan bahwa terbentuknya KKI Korwil Singosari diharapkan menjadi awal dari gerakan nyata dalam menjaga warisan budaya.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Singosari, kami menyampaikan selamat dan sukses atas dikukuhkannya pengurus Korwil Singosari Komunitas Kain dan Kebaya,” ujarnya.
Menurut Ari, kain dan kebaya memiliki makna jauh lebih dalam daripada sekadar pakaian tradisional. Keduanya menjadi bagian dari perjalanan sejarah, seni, filosofi dan identitas masyarakat Indonesia.
“Momentum ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi awal dari sebuah amanah dan tanggung jawab untuk bersama-sama menjaga, melestarikan serta mengembangkan kain dan kebaya sebagai kekayaan warisan budaya,” katanya.
Ia pun berharap KKI Korwil Singosari dapat menjadi ruang yang aktif dan kreatif bagi masyarakat. Keberadaannya diharapkan mampu memberikan edukasi mengenai kain dan kebaya sekaligus membuka peluang bagi pengembangan UMKM.
Tak hanya itu, KKI juga didorong ikut mengangkat potensi budaya dan pariwisata yang dimiliki Kecamatan Singosari.
Ketua KKI Kabupaten Malang, Dra. Endah Purwatiningsih, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terbentuknya kepengurusan Korwil Singosari.
Menurut perempuan yang akrab disapa Bu Iin itu, pembentukan Korwil KKI Singosari sebenarnya telah lama dipersiapkan.
“Terima kasih untuk semua yang hadir, terutama Muspika Singosari dan rekan-rekan komunitas. Sudah lama kami merencanakan pengurus Korwil KKI di Singosari ini,” ungkapnya.
Dengan telah dikukuhkannya kepengurusan tersebut, ia berharap seluruh anggota dapat menjalankan visi dan misi organisasi dengan penuh kebersamaan.
Ia juga meminta dukungan dari berbagai elemen masyarakat agar program KKI Korwil Singosari dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat.
“Kami memohon doa restu dan dukungan, semoga dapat terlaksana dengan baik,” tuturnya.
Bu Iin menegaskan bahwa keberadaan KKI Korwil Singosari membutuhkan semangat kebersamaan. Menurutnya, pelestarian budaya tidak dapat dilakukan oleh satu atau dua pihak saja.
“Alhamdulillah dengan terselenggaranya pengukuhan pengurus KKI Korwil Singosari ini, saya sangat berharap semua dapat ikut mendukung dan saling gotong royong supaya KKI Korwil ini bisa berjalan sesuai harapan kita,” pungkasnya.
Pengukuhan tersebut sekaligus menjadi babak baru bagi KKI Korwil Singosari. Dengan kekuatan komunitas, pelestarian budaya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan yang mampu mendekatkan kain dan kebaya kepada generasi muda, menggerakkan UMKM, sekaligus memperkuat identitas budaya Singosari.
(Red).
