Tiga Dekade Mengabdi, Samsul Kusaini Raih Satya lencana Karya Satya

MALANG || SINGHASARI-POST
— Tiga puluh tahun pengabdian sebagai aparatur sipil negara (ASN) mengantarkan Samsul Kusaini, Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, menerima penghargaan bergengsi dari Presiden Republik Indonesia.

Penghargaan Satya lencana Karya Satya tersebut diberikan kepada Samsul bersama sembilan ASN lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang. Penyematan penghargaan dilakukan langsung oleh Bupati Malang H.M. Sanusi dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (17/8/2026).

Penghargaan itu menjadi penanda atas perjalanan panjang Samsul dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. Selama kurang lebih tiga dekade, ia menjalankan tanggung jawab pemerintahan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Singosari.

Pemberian Satya lencana Karya Satya tersebut berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam kesempatan tersebut, SK dibacakan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah.

Nurman menjelaskan, penghargaan tersebut tidak diberikan secara sembarangan. Setiap nama yang diusulkan harus melewati proses pemeriksaan dan penilaian terhadap rekam jejak serta kedisiplinan selama menjalankan tugas.

“Setiap semester selalu ada pengajuan. Kabupaten Malang mengajukan 10 orang dan semuanya disetujui. Persyaratannya cukup ketat karena yang dinilai tidak hanya masa kerja, tetapi juga kondite dan rekam jejak,” jelas Nurman.

Menurutnya, secara nasional terdapat sekitar 400 ASN yang diajukan kepada Sekretariat Negara pada periode tersebut. Dari usulan Pemerintah Kabupaten Malang, seluruh 10 ASN yang diajukan dinyatakan memenuhi persyaratan.

Para penerima penghargaan harus menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas. Selain itu, mereka juga harus memiliki rekam jejak yang baik serta tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang maupun berat.

Bagi Samsul, penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab baru. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden RI, Bupati Malang, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung perjalanan pengabdiannya.

“Alhamdulillah, saya bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden RI, Bupati Malang dan semua pihak yang telah mendukung hingga penghargaan ini bisa saya terima,” kata Samsul.

Ia menegaskan, penghargaan yang diterimanya tidak akan membuat dirinya berhenti memberikan pelayanan. Justru penghargaan tersebut diharapkan menjadi energi baru untuk meningkatkan semangat dalam menjalankan tugas dan melayani masyarakat.

Menurut Samsul, momentum peringatan kemerdekaan bukan hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh aparatur untuk meneruskan perjuangan para pahlawan melalui pengabdian dan kerja nyata.

“Semoga penghargaan ini semakin memacu semangat pengabdian kepada negara dan mendorong kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja dan pengabdian, sekaligus melanjutkan harapan serta cita-cita para pahlawan yang telah mendahului kita,” pungkasnya.
(Red).

error: Content is protected !!