Empat Dekade Berdiri di Singosari, Beiersdorf Resmi Inaugurasi Production Center Malang

SINGOSARI || SINGHASARI-POST
— Empat dekade bukan waktu yang singkat. Selama sekitar 40 tahun, keberadaan PT Beiersdorf Indonesia telah menjadi bagian dari perjalanan industri di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Kini, perjalanan panjang tersebut memasuki babak baru. PT Beiersdorf Indonesia menggelar Production Center Malang Inauguration di fasilitas produksinya yang berada di Jalan Raya Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Malang serta sejumlah perwakilan Beiersdorf Indonesia dan Kedutaan Besar Jerman.

Bagi Pemerintah Kabupaten Malang, keberadaan Beiersdorf selama puluhan tahun bukan hanya menunjukkan keberlangsungan investasi di daerah, tetapi juga menjadi bagian dari geliat perekonomian Singosari dan Kabupaten Malang.

Sebelum mengikuti rangkaian seremoni, Lathifah berkesempatan meninjau langsung fasilitas Production Center Malang. Ia melihat sejumlah area produksi, termasuk fasilitas produksi produk NIVEA, sekaligus menyaksikan penerapan teknologi, standar keamanan, pengendalian kualitas dan sistem kerja yang diterapkan perusahaan.

Dalam sambutannya, Lathifah menyampaikan apresiasi atas keberadaan PT Beiersdorf Indonesia yang telah menjadi bagian dari perjalanan industri Kabupaten Malang selama puluhan tahun.

Menurutnya, keberlangsungan perusahaan hingga empat dekade menunjukkan pentingnya hubungan yang baik antara dunia usaha, pemerintah dan masyarakat.

“Investasi yang berkualitas adalah investasi yang mampu menghadirkan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat,” ujar Lathifah.

Ia berharap keberadaan Beiersdorf tidak hanya dipandang dari aktivitas produksinya, tetapi juga dari manfaat yang dapat terus diberikan kepada masyarakat. Mulai dari kesempatan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja, tumbuhnya usaha pendukung hingga peluang kemitraan dengan pelaku UMKM.

“Kami berharap kehadiran PT Beiersdorf Indonesia dapat memberikan dampak yang luas, antara lain melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, tumbuhnya usaha-usaha pendukung, serta terbukanya peluang kemitraan dengan pelaku UMKM dan dunia usaha di Kabupaten Malang,” lanjutnya.

Perjalanan selama sekitar 40 tahun membuat keberadaan Beiersdorf memiliki posisi tersendiri dalam perkembangan industri di Singosari.

Lathifah berharap perjalanan panjang tersebut dapat terus dilanjutkan melalui pengembangan teknologi, inovasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, fasilitas produksi yang menerapkan standar global juga dapat menjadi ruang terjadinya transfer pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja lokal.

Kabupaten Malang sendiri dinilai memiliki modal yang kuat untuk terus mengembangkan sektor industri. Ketersediaan sumber daya manusia, perkembangan kawasan ekonomi serta posisi strategis di Jawa Timur menjadi sejumlah faktor yang mendukung masuk dan berkembangnya investasi.

Namun, pertumbuhan tersebut harus dibarengi dengan kepastian pelayanan, kemudahan berusaha, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi dan masyarakat.

“Sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Malang dalam RPJMD Tahun 2025–2029, kami terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan investasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah dan dunia usaha memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun perekonomian daerah.

“Pemerintah memberikan kepastian dan pelayanan terbaik. Dunia usaha memberikan investasi, inovasi, kesempatan kerja, serta kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Dengan perjalanan sekitar empat dekade di Singosari, keberadaan Production Center Malang diharapkan terus memberikan efek berantai bagi lingkungan sekitar.

Manfaat tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan dari sisi tenaga kerja, tetapi juga oleh sektor transportasi, logistik, perdagangan, jasa serta pelaku usaha yang menjadi bagian dari rantai pendukung kegiatan industri.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Malang berharap hubungan antara pemerintah daerah dan Beiersdorf dapat terus diperkuat sehingga keberadaan perusahaan mampu memberikan kontribusi yang semakin besar bagi masyarakat.

“Selamat atas peresmian Production Center Malang PT Beiersdorf Indonesia. Semoga fasilitas ini tumbuh menjadi pusat produksi yang modern, inovatif, berdaya saing global dan memberikan manfaat nyata bagi Kabupaten Malang,” kata Lathifah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Executive Board Beiersdorf Global Remon A. Mirt, Presiden Direktur Beiersdorf Indonesia Vincent Wamery, Manajer Umum Indonesia Sawan Malik, Wakil Kepala Kedutaan Besar Jerman Oliver Sparling, jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Malang, serta Camat dan Forkopimcam Singosari atau yang mewakili.

Inaugurasi Production Center Malang menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang Beiersdorf di Singosari sekaligus menatap perkembangan industri ke depan.

Setelah sekitar 40 tahun menjadi bagian dari kawasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang berharap Beiersdorf terus tumbuh, berinovasi dan mempertahankan komitmennya terhadap kegiatan produksi sekaligus memberikan kontribusi bagi perekonomian dan masyarakat Kabupaten Malang.

Bagi Singosari, keberadaan perusahaan selama empat dekade menjadi salah satu bagian dari cerita panjang perkembangan kawasan sebagai wilayah industri dan ekonomi yang terus bergerak.
(Red)

error: Content is protected !!