Metri Agung Purwoasri: Saat Tradisi, Doa dan Kebersamaan Menyatukan Warga

MALANG || SINGHASARI-POST
— Bukan sekadar tradisi, Metri Agung di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, menjadi momentum bagi warga untuk kembali merajut kebersamaan, memanjatkan rasa syukur dan menjaga warisan budaya yang telah hidup di tengah masyarakat.

Suasana penuh keakraban terasa dalam Tasyakuran Desa atau Metri Agung yang digelar pada Minggu (20/9/2026) malam. Mulai pukul 19.00 WIB, sekitar 200 warga berkumpul mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Singosari Wellem S.Sos., M.Ling., Kepala Desa Purwoasri Sumarno, S.T., Babinsa Desa Purwoasri Sertu I Nyoman, Ketua BPD Arifin, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT/RW hingga anggota Satlinmas Desa Purwoasri.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat. Nuansa kebersamaan semakin terasa ketika dilakukan ritual penyatuan air dan tanah yang berasal dari masing-masing dusun.

Ritual tersebut menjadi salah satu simbol bahwa meskipun masyarakat berasal dari lingkungan dan dusun yang berbeda, seluruhnya tetap menjadi satu bagian dalam kehidupan Desa Purwoasri.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia, Kepala Desa Purwoasri dan Camat Singosari. Acara kemudian diisi tausiah oleh Ustaz Ahmad Syaikhu yang memberikan pesan keagamaan kepada masyarakat sebelum ditutup dengan doa bersama.

Camat Singosari Wellem dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap menjaga tradisi sekaligus mengisinya dengan kegiatan yang memperkuat hubungan sosial dan keagamaan.

Ia berharap Desa Purwoasri ke depan semakin makmur, aman dan nyaman, serta hubungan silaturahmi antarwarga tetap terpelihara.

“Selamat kepada seluruh masyarakat yang mengikuti Metri Agung. Semoga Desa Purwoasri semakin makmur, aman dan nyaman. Yang paling penting, solidaritas serta silaturahmi antarwarga terus terjaga dengan baik,” ungkap Wellem.

Senada dengan itu, Kepala Desa Purwoasri Sumarno menyampaikan bahwa semaraknya kegiatan Metri Agung tidak terlepas dari peran serta masyarakat.

Menurutnya, kekompakan warga menjadi kekuatan utama sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik.

“Semua keseruan dan rangkaian kegiatan ini bisa terlaksana karena kebersamaan warga yang kuat. Ini adalah kekuatan yang harus terus kita rawat,” ujar Sumarno.

Metri Agung akhirnya bukan hanya menjadi perayaan sebuah tradisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan.

Di tengah perubahan zaman, semangat menjaga tradisi, gotong royong dan kebersamaan menjadi pesan penting yang kembali ditegaskan dari Desa Purwoasri: berbeda dusun, tetap satu dalam persaudaraan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar hingga selesai.
(Red).

error: Content is protected !!