Ribuan Petani dan Nelayan Berkumpul di Kota Batu Buka Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026

BATU || SINGHASARI-POST
— Kota Batu menjadi titik temu ribuan petani, nelayan, dan pelaku usaha pertanian dari berbagai wilayah Indonesia. Mereka berkumpul dalam Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2026 yang digelar di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Sabtu (19/9/2026).

Forum nasional tersebut dibuka langsung Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Selain membuka kegiatan, Sudaryono yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) turut menyampaikan materi kepada para peserta.

Kehadiran pria yang akrab disapa Mas Dar itu disambut langsung Wali Kota Batu Nurrohman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto. Sejumlah perwakilan pengurus HKTI Jawa Timur, HKTI se-Malang Raya, serta APPSI se-Malang Raya juga tampak hadir.

Di hadapan peserta, Sudaryono mengawali sambutannya dengan memberikan gambaran mengenai Kota Batu. Ia menyebut kota wisata tersebut mempunyai suasana yang menurutnya berbeda dengan daerah lain.

“Kalau di Kota Batu ini siang-siang terasa pagi, kalau tempat lain pagi-pagi terasa siang,” kata Sudaryono.

Dari suasana Kota Batu, Sudaryono kemudian berbicara mengenai peran dan kebersamaan di tubuh KTNA. Ia menyebut organisasi tersebut memiliki hubungan yang telah terjalin lama dengan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Sudaryono, kedekatan tersebut menjadi salah satu bagian dari hubungan panjang yang dibangun para tokoh KTNA dengan Presiden Prabowo.

“Ketua umum KTNA ini membersamai Presiden Prabowo sejak dulu. KTNA sahabat-sahabat dekatnya Presiden Prabowo,” ungkapnya.

Sudaryono juga menempatkan kebersamaan sebagai salah satu nilai penting dalam organisasi KTNA. Baginya, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya terlihat ketika berada dalam situasi yang baik, tetapi juga ketika menghadapi berbagai persoalan.

“KTNA terasa istimewa karena kawan saat di segala kondisi, baik susah maupun senang,” ujarnya.

Meski hanya memiliki kesempatan terbatas untuk berada dalam forum tersebut, Sudaryono mengaku senang dapat bertemu langsung dengan para petani dan anggota KTNA dari berbagai daerah.

“Saya senang kumpul sama KTNA, walaupun hanya sejam, saya sangat senang sekali,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto memaparkan potensi sektor pertanian dan perikanan yang dinilai memiliki posisi penting dalam perekonomian daerah.

Menurut Heli, potensi tersebut tidak berdiri sendiri. Pengembangan pertanian dan perikanan juga berkaitan erat dengan keberadaan UMKM yang mengolah hasil produksi menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Karena itu, pembahasan mengenai kualitas dan standarisasi produk menjadi bagian yang turut mengemuka dalam forum. Dukungan pemerintah daerah melalui rekomendasi terhadap produk unggulan juga dinilai penting agar produk lokal dapat terus dikembangkan.

Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 September 2026.

Dengan melibatkan sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah, forum ini menjadi ruang konsolidasi antara petani, nelayan, pelaku usaha, dan pemerintah untuk bertukar gagasan serta membahas tantangan dan peluang pengembangan sektor pertanian dan perikanan nasional.

Kota Batu pun selama pelaksanaan agenda tersebut menjadi ruang bertemunya berbagai kepentingan sektor pangan dan pertanian, dari tingkat daerah hingga nasional.
(Red).

error: Content is protected !!