Yakuza Maneges MPR Jalin Sinergi dengan Kemenag Kabupaten Malang, Dorong Perlindungan Santri

MALANG || SINGHASARI-POST
— Upaya menciptakan lingkungan pondok pesantren yang aman dan kondusif menjadi perhatian bersama. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan jajaran pengurus Yakuza Maneges Malang Pasuruan Raya (MPR) dengan Kementerian Agama Kabupaten Malang, Selasa (15/9/2026).

Kunjungan yang dikemas dalam suasana silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk menyelaraskan visi dan misi sekaligus membuka ruang komunikasi dan kerja sama antara Yakuza Maneges MPR dengan Kemenag Kabupaten Malang.

Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan kontrol, pengawasan serta perlindungan di lingkungan pondok pesantren. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, bermartabat, dan memberikan perlindungan optimal kepada para santri dan santriwati.

Perwakilan Yakuza Maneges MPR, M. Zakki, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan tetap berjalan dengan menghormati kewenangan Kementerian Agama serta menjaga kemandirian masing-masing pondok pesantren.

“Semoga sinergi ini dapat mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang aman, sehat, bermartabat, serta memberikan perlindungan optimal bagi santri dan santriwati, dengan tetap menghormati kewenangan Kementerian Agama dan kemandirian masing-masing pondok pesantren,” ungkap Zakki.

Ia menjelaskan, Yakuza Maneges selama ini turut memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Pemantauan dan pengawalan dilakukan terhadap potensi pelanggaran sosial, termasuk dugaan perilaku menyimpang yang berkaitan dengan isu asusila maupun kenakalan.

Menurut Zakki, perhatian terhadap persoalan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong terciptanya lingkungan sosial dan pendidikan yang lebih aman, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan perlindungan.

Karena itu, komunikasi dengan Kementerian Agama dinilai penting agar setiap langkah yang dilakukan dapat berjalan sesuai koridor, sekaligus tetap menghormati aturan dan kewenangan masing-masing pihak.

Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada agenda silaturahmi, tetapi dapat menjadi awal dari komunikasi yang berkelanjutan dalam menjaga lingkungan pesantren.

Zakki menegaskan, keberadaan pesantren memiliki peran penting sebagai lembaga pendidikan sekaligus ruang pembentukan karakter dan moral generasi muda.

“Semoga sinergi antara Yakuza Maneges MPR dan Kemenag Kabupaten Malang ini menjadi langkah bersama dalam menjaga marwah pesantren, memperkuat perlindungan santri, serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, bermartabat, dan berintegritas,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya bersama Kemenag Kabupaten Malang sepakat untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi. Harapannya, pesantren tetap menjadi tempat pendidikan yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh santri.

“Kami sepakat untuk terus menjalin komunikasi demi memastikan pesantren tetap menjadi benteng moral dan tempat belajar yang aman dan nyaman bagi para santri,” tutup Zakki.
(Red).

 

error: Content is protected !!