SURABAYA || SINGHASARI-POST
— Momentum peringatan HUT ke-7 menjadi tonggak penting bagi Komunitas Jurnalis Jaringan Terpadu (KJJT) Indonesia. Melalui Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar di Hotel Sahid Surabaya, Selasa (8/9/2026), organisasi tersebut menetapkan arah kelembagaan sekaligus memilih Noor Arief Prasetyo sebagai Ketua Umum secara aklamasi.
Mubes tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi. Forum yang dihadiri 116 anggota dari berbagai daerah tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat fondasi KJJT Indonesia, termasuk menetapkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai pedoman dalam menjalankan roda organisasi.
Para peserta datang dari sejumlah daerah di Jawa Timur, antara lain Surabaya, Sidoarjo, Pamekasan, Jombang, Malang, Sampang, Pasuruan, Lumajang, Banyuwangi, Ngawi, Gresik, Jember hingga Magetan.
Mubes dipimpin Isma Hakim. Dalam forum tersebut juga disahkan perubahan nama organisasi yang sebelumnya menggunakan nama Komunitas Jurnalis Jawa Timur menjadi Komunitas Jurnalis Jaringan Terpadu (KJJT) Indonesia.
Perubahan nama tersebut menjadi bagian dari perkembangan organisasi yang kini tidak lagi berorientasi pada satu wilayah. Jaringan KJJT Indonesia mulai diarahkan untuk menjangkau lebih banyak daerah di luar Jawa.
Isma Hakim menyampaikan, sejumlah daerah di luar Pulau Jawa telah masuk dalam rencana pengembangan jaringan KJJT Indonesia. Beberapa di antaranya yakni Bengkulu, Jambi, Medan, Jakarta dan Gorontalo.
“Perkembangan KJJT Indonesia terus meluas. Beberapa daerah di luar Jawa juga akan bergabung, di antaranya Bengkulu, Jambi, Medan, Jakarta dan Gorontalo,” jelas Isma.
Usai pengesahan AD/ART, perhatian peserta Mubes beralih pada agenda pemilihan Ketua Umum. Proses pemilihan berlangsung dengan dukungan penuh peserta hingga akhirnya Noor Arief Prasetyo ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum KJJT Indonesia.
Mandat tersebut disambut Noor Arief dengan rasa syukur sekaligus tanggung jawab. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin organisasi.
“Saya mengucapkan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk memimpin KJJT Indonesia,” kata Noor Arief.
Menurutnya, kepemimpinan KJJT Indonesia tidak dapat dibangun hanya oleh seorang ketua. Diperlukan keterlibatan seluruh anggota untuk menjaga soliditas, menjalankan keputusan organisasi serta mengembangkan jaringan yang telah terbentuk.
“Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus kita jalankan bersama dengan penuh tanggung jawab, kebersamaan dan komitmen untuk membawa KJJT Indonesia menjadi organisasi yang semakin baik,” ujarnya.
Selain persoalan kepemimpinan, pembenahan administrasi menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam Mubes. Noor Arief menegaskan, pengesahan AD/ART diharapkan dapat menjadi dasar untuk menciptakan tata kelola organisasi yang lebih tertib dan seragam.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah pengelolaan Kartu Tanda Anggota (KTA). Ke depan, penerbitan KTA ditegaskan menjadi kewenangan pusat sehingga administrasi keanggotaan dapat lebih terkontrol dan tidak menimbulkan perbedaan antarwilayah.
“AD/ART menegaskan penertiban administrasi, termasuk KTA yang menjadi kewenangan pusat. Dengan begitu, tidak ada penerbitan KTA yang berbeda dengan pusat,” terang Noor Arief.
Penataan administrasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih profesional, terutama seiring dengan semakin luasnya jaringan KJJT Indonesia.
Dengan terpilihnya ketua umum secara aklamasi dan disahkannya AD/ART, Mubes KJJT Indonesia menjadi momentum konsolidasi untuk menghadapi fase organisasi berikutnya.
Perluasan jaringan ke sejumlah daerah di luar Jawa juga menunjukkan adanya keinginan untuk menjadikan KJJT Indonesia sebagai wadah yang semakin terbuka bagi para jurnalis di berbagai wilayah.
Peringatan HUT ke-7 akhirnya tidak hanya menjadi seremoni bertambahnya usia organisasi. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menata kembali kelembagaan, memperkuat persaudaraan antaranggota dan menyatukan langkah dalam menghadapi perkembangan dunia jurnalistik.
Pelaksanaan Mubes turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Planet Toys, PT Pelindo, Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja & Partners serta Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Dengan kepemimpinan baru, aturan organisasi yang telah diperbarui dan jaringan yang terus berkembang, KJJT Indonesia kini memasuki babak baru dengan satu harapan: semakin solid di internal, semakin luas jejaringnya, dan semakin kuat memberikan kontribusi bagi dunia jurnalistik.
(Red).
