Grobyak Ikan Kembali Digelar, Sumber Gundi Kediri Dipenuhi Warga dan Kemeriahan Pesta Rakyat

KEDIRI || SINGHASARI-POST
– Suasana Sumber Gundi, Desa Tanjung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, mendadak ramai pada Minggu (23/8/2026). Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi sumber air tersebut untuk mengikuti tradisi tahunan Grobyak Ikan.

Dengan membawa peralatan sederhana, warga turun ke area sumber dan berlomba menangkap ikan yang telah disiapkan. Tak hanya warga setempat, sejumlah teman dan kerabat juga turut bergabung, membuat suasana semakin meriah dan penuh keakraban.

Sorak-sorai terdengar ketika warga berhasil mendapatkan ikan. Ada yang sibuk mengejar ikan dengan jaring, sementara lainnya memilih menggunakan alat tradisional yang telah mereka siapkan. Momen tersebut menjadi hiburan tersendiri sekaligus mempertemukan masyarakat dalam suasana santai dan penuh kegembiraan.

Tradisi Grobyak Ikan bukan sekadar pesta menangkap ikan. Kegiatan yang hanya digelar sekali dalam setahun ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas keberadaan mata air Sumber Gundi yang hingga kini terus mengalir dan tidak pernah mengering.

Di balik kemeriahan tersebut, tersimpan pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan. Tradisi ini menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat dalam menjaga keberlangsungan ekosistem di kawasan sumber air.

Ikan yang dipelihara dan dibiarkan berkembang di sumber kemudian dipanen bersama melalui tradisi Grobyak Ikan. Setelah pelaksanaan, masyarakat kembali menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan sumber agar tetap memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Bagi warga, Grobyak Ikan juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial. Warga, keluarga, teman dan kerabat dapat berkumpul tanpa sekat, menikmati kegembiraan bersama sekaligus menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sumber Gundi pun bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya tradisi tahunan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat Tanjung. Setiap ikan yang berhasil ditangkap seolah menjadi bagian kecil dari cerita besar tentang rasa syukur, gotong royong dan kecintaan warga terhadap lingkungan.

Di tengah perkembangan zaman, Grobyak Ikan tetap bertahan sebagai warisan budaya masyarakat Kediri. Tradisi tersebut membuktikan bahwa kearifan lokal masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi daya tarik yang mampu menghidupkan suasana desa setiap tahunnya.
(Red).

error: Content is protected !!