Putra Daerah Candirenggo Dorong Budaya dan Wisata Lewat Lagu, Candi Renggo Jadi Inspirasi

SINGOSARI ||  SINGHASARI-POST
— Upaya mengenalkan potensi Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, terus dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui karya seni dan musik yang mengangkat sejarah, budaya serta potensi wisata lokal.

Lurah Candirenggo Melani Astuti, S.Sos., menjadi salah satu sosok yang mendorong semangat tersebut. Bersama masyarakat dan pegiat lingkungan setempat, ia ikut mengangkat Candi Renggo sebagai bagian penting dari identitas budaya sekaligus potensi wisata di wilayah Candirenggo.

Gagasan itu kemudian diwujudkan melalui sebuah karya lagu yang diciptakan dan diaransemen oleh Lukman, putra daerah Candirenggo. Lagu tersebut membawa suasana khas Singosari dengan sentuhan musik tradisional dan lirik yang menggambarkan Candi Renggo sebagai warisan leluhur yang sarat nilai sejarah, budaya dan spiritual.

Karya tersebut kini telah diperkenalkan melalui kanal YouTube milik Lukman. Kehadiran lagu di platform digital itu menjadi salah satu cara untuk membawa cerita tentang Candi Renggo dan Candirenggo menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Lantunan lagu tersebut mengajak pendengar menyusuri jejak sejarah Singosari, sekaligus menggambarkan eratnya hubungan antara tradisi, budaya dan kehidupan masyarakat.

Bagi Melani, pengembangan wilayah tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik. Potensi budaya dan sejarah juga perlu dirawat dan diperkenalkan, terutama kepada generasi muda.

Candirenggo memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik wisata Singosari. Mulai dari Candi Renggo, Candi Singosari, Arca Dwarapala, Pemandian Kendedes hingga beragam kuliner lokal.

Potensi tersebut menjadi modal penting untuk mendorong Candirenggo semakin dikenal sebagai kawasan yang memiliki kekayaan sejarah, budaya dan wisata.

Melalui karya tersebut, Melani ingin semangat mencintai daerah tidak berhenti pada cerita sejarah. Masyarakat diharapkan ikut mengambil bagian dalam merawat sekaligus memperkenalkan warisan yang dimiliki Candirenggo.

Keterlibatan masyarakat menjadi penting karena keberadaan destinasi sejarah tidak akan memiliki makna apabila tidak dibarengi kesadaran untuk menjaga lingkungan dan budaya di sekitarnya.

Dalam prosesnya, Melani bersama Ketua LPMK Candirenggo Ivan Seilendra turut mendukung gagasan yang digagas bersama tersebut.

Sementara Lukman menuangkan kecintaannya sebagai putra daerah melalui karya lagu yang mengangkat Candi Renggo.

Dengan diunggahnya lagu tersebut melalui kanal YouTube Lukman, karya itu tidak hanya menjadi bagian dari ekspresi seni, tetapi juga dapat menjadi media promosi untuk memperkenalkan potensi Candirenggo kepada masyarakat luas.

Candirenggo dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan wisata berbasis sejarah dan budaya. Keberadaan sejumlah situs peninggalan sejarah yang berdekatan dapat menjadi rangkaian destinasi yang saling menguatkan.

Tidak hanya mengandalkan bangunan atau situs bersejarah, wisatawan juga dapat dikenalkan dengan kehidupan masyarakat, kesenian, tradisi dan kuliner yang berkembang di wilayah tersebut.

Melani berharap potensi itu dapat terus dikembangkan secara bersama-sama sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Lagu tentang Candi Renggo pun menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkenalkan kekayaan tersebut kepada khalayak yang lebih luas.

Sebab bagi masyarakat Candirenggo, Candi Renggo bukan sekadar peninggalan masa lalu.

Di sana ada sejarah yang harus dikenang, budaya yang perlu dirawat dan potensi wisata yang dapat dikembangkan.

Dari tangan putra daerah dengan dukungan pemerintah kelurahan, sebuah lagu akhirnya menjadi pesan sederhana untuk Candirenggo: mencintai daerah berarti menjaga warisan, menghidupkan budaya dan membuka jalan bagi kemajuan Generasi.
(Red).

error: Content is protected !!