BUDIDAYA || SINGHASARI-POST
Senin, 18 Agustus 2026 – Budidaya ikan nila dengan sistem bioflok menjadi salah satu peluang usaha yang semakin diminati masyarakat. Selain dapat dilakukan di lahan yang terbatas, metode ini juga mampu meningkatkan kepadatan ikan dalam kolam sekaligus menekan biaya pakan.
Salah satu pelaku usaha budidaya ikan nila Anton subekti membuktikan bahwa sistem bioflok dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Usaha yang dirintis sejak tahun 1993 tersebut terus berkembang hingga memiliki puluhan kolam pembesaran.
Menurutnya, bioflok bukan sekadar penggunaan kolam berbentuk bulat. Bioflok merupakan sistem budidaya yang memanfaatkan bakteri baik untuk mengolah limbah sisa pakan dan kotoran ikan sehingga kualitas air tetap terjaga.
Bakteri yang berkembang di dalam kolam akan mengubah limbah menjadi sumber nutrisi tambahan bagi ikan. Hal ini membuat penggunaan pakan menjadi lebih efisien.
“Sistem bioflok mampu menghemat pakan hingga sekitar 20 persen,” ungkapnya.
Persiapan Kolam Bioflok
Kolam yang digunakan dapat berbentuk bulat maupun persegi. Namun, kolam berbentuk bulat lebih direkomendasikan karena memiliki sirkulasi air yang lebih optimal.
Pada kolam berbentuk persegi, biasanya terdapat titik-titik tertentu yang menyebabkan kotoran mudah mengendap. Sementara itu, kolam berbentuk bulat memungkinkan air dan oksigen bersirkulasi secara merata.
Kolam terpal menjadi pilihan yang paling banyak digunakan karena biayanya relatif lebih terjangkau dan mudah dipindahkan.
Takaran Bahan Pendukung BioflokSebelum benih ditebar, air kolam tidak perlu diisi hingga penuh. Pengisian cukup dilakukan hingga setengah dari kapasitas kolam.
Setelah itu, beberapa bahan pendukung dimasukkan ke dalam kolam dengan takaran sebagai berikut.
Takaran untuk setiap 1 meter kubik (m³) air:
Garam: 1 kilogram.
Dolomit: 50 gram.
Molase: 100 cc.
Bakteri probiotik: 10 cc atau 10 gram.
Fungsi Setiap Bahan
Garam
Berfungsi membantu menjaga kualitas air serta mendukung keseimbangan lingkungan kolam.
Dolomit
Digunakan untuk menstabilkan tingkat keasaman atau pH air.
Molase
Berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi bakteri yang hidup di dalam kolam.
Bakteri Probiotik
Berperan dalam mengolah limbah sisa pakan dan kotoran ikan sehingga kualitas air tetap terjaga.
Menjaga Kualitas Air
Salah satu kunci keberhasilan budidaya ikan nila sistem bioflok adalah menjaga keseimbangan jumlah bakteri di dalam kolam.
pH air sebaiknya dipertahankan pada kisaran 5 hingga 7. Air yang terlalu asam maupun terlalu basa dapat mengganggu pertumbuhan ikan.
Jika jumlah bakteri terlalu tinggi, kualitas air dapat menurun dan memicu munculnya berbagai penyakit.
Untuk mengatasinya, peternak dapat mengurangi pemberian pakan atau mengganti sebagian air kolam.
Aerasi Menjadi Faktor Utama
Pasokan oksigen merupakan faktor yang sangat penting dalam budidaya ikan nila sistem bioflok.
Menurut pengalaman peternak, kebutuhan oksigen harus terpenuhi hampir 99 persen.
Hal ini disebabkan kepadatan ikan di dalam kolam bioflok jauh lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.
Jika listrik padam selama dua jam, kematian ikan dapat mencapai puluhan kilogram.
Karena itu, peternak disarankan menyiapkan sumber listrik cadangan untuk memastikan aerator tetap berfungsi.
Memilih Bibit Berkualitas
Pemilihan bibit merupakan tahap penting yang tidak boleh diabaikan.
Bibit yang baik memiliki beberapa ciri, di antaranya:
Bergerak aktif.
Tidak mengalami luka.
Tidak menunjukkan gejala penyakit.
Memiliki pertumbuhan yang seragam.
Bibit yang sehat akan menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi.
Kepadatan Tebar Ikan
Dalam sistem bioflok, kepadatan tebar dapat mencapai 100 ekor per meter kubik.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan metode konvensional yang umumnya hanya menampung 5 hingga 10 ekor per meter kubik.
Pada kolam berdiameter 2,5 meter, jumlah benih yang ditebar dapat mencapai sekitar 2.000 ekor.
Pemberian Pakan
Pakan harus diberikan secara merata, terutama saat ikan masih berukuran kecil.
Pemberian pakan yang tidak merata dapat menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi tidak seragam.
Perawatan dari fase larva hingga mencapai ukuran konsumsi membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 bulan, tergantung pola pemeliharaan.
Potensi Hasil Panen
Kolam berdiameter sekitar 3 meter mampu menghasilkan panen hingga 1,5 kuintal ikan.
Dengan hasil tersebut, nilai penjualan dapat mencapai sekitar Rp3,5 juta per kolam.
Biaya pakan selama masa pemeliharaan diperkirakan mencapai ratusan ribu rupiah.
Keuntungan dapat meningkat apabila hasil panen dipasarkan secara langsung kepada konsumen atau pedagang di pasar.
Tips Sukses Budidaya Ikan Nila Bioflok
Mulailah dari skala kecil.
Pilih kolam berbentuk bulat.
Gunakan bibit berkualitas.
Jaga keseimbangan bakteri.
Pastikan aerasi selalu berfungsi.
Lakukan pengontrolan pH secara rutin.
Berikan pakan secara teratur.
Evaluasi perkembangan ikan secara berkala.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal.
Menurutnya, rasa senang, kedisiplinan, serta semangat untuk terus belajar menjadi kunci utama dalam menjalankan usaha.
“Hidup harus dijalani dengan senang, terbuka, dan dinikmati. Dari sanalah kebahagiaan akan datang,” tutupnya.
(Red).
